KOKOCI TERIMA PENGHARGAAN PARAMAKARYA 2015 DARI PRESIDEN JOKO WIDODO -->

Advertisement

KOKOCI TERIMA PENGHARGAAN PARAMAKARYA 2015 DARI PRESIDEN JOKO WIDODO

Barito Nagari
Rabu, 25 November 2015

Rabu, 13 Safar 1437 H / 25 November 2015 M
Dilaporkan oleh: Fitra Yadi

Dinilai telah berhasil meningkatkan dan mempertahankan tingkat produktivitasnya minimal selama 3 tahun berturut-turut, sehingga Zulfayetri Pimpinan KOKOCI menerima penghargaan Paramakarya 2015 bersama 21 UMKM lainnya se Indonesia di Istana Presiden Jalan Medan Merdeka Selatan No 6 Jakarta Pusat pada Selasa (24/11).

KOKOCI adalah UKM yang memproduksi kuliner khas Minang yang memiliki beberapa distro di Sumbar. Produk KOKOCI diantaranya adalah Rendang Telur, Keripik Talas Balado, Singkong Lidi, Talas lidi, Serundeng Kentang, dll. KOKOCI aalah kependekan dari Koto Kociak, yaitu nama salah satu nagari di Kec. Guguak, Kab. Lima Puluh Kota Sumatera Barat.

vibizmedia.com melaporkan bahwa Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan penghargaan Paramakarya ini diberikan kepada 22 perusahaan yang terdiri dari 11 perusahaan skala kecil dan 11 perusahaan skala menengah yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Seleksi ini telah melewati tahapan-tahapan ketat dari auditor dan para juri independen dengan kriteria yang menjadi dasar penilaian adalah kepemimpinan, fokus pada pelanggan, perencanaan strategi, perluasan pasar, pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan organisasi, kelengkapan data, informasi dan analisa serta manajemen proses dan hasil usaha.

Dikutip dari industri.com disebutkan bahwa ketika itu Presiden Joko Widodo mengajak UMKM untuk memacu produktivitas dan kualitas produk sehingga bisa mendongkrak daya saing nasional, pasar global memasuki era persaingan dan kompetisi. Era tersebut mendorong banyak negara terus meningkatkan daya saing. Ini artinya produk kita bisa bersaing. Ada produktivitas, punya daya saing masuk ke negara-negara lain," kata Jokowi.

Ini membuktikan bahwa UMKM di Sumatera Barat juga telah siap untuk bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau yang lebih dikenal dengan pasar bebas.

Pasar Bebas akan dimulai pada akhir Desember 2015 ini. Semua produk akan diperjualbelikan secara bebas. Tinggal konsumen yang menentukan kualitas dan produktivitas barang yang ditawarkan.