SYAFRIANTO - JANGAN SEMUA TANAM PADI -->

Advertisement

SYAFRIANTO - JANGAN SEMUA TANAM PADI

Barito Nagari
Kamis, 26 November 2015

Kamis, 14 Safar 1437 H / 26 November 2015 M
Dilaporkan oleh: Fitra Yadi

Air di Batang Selo sudah besar dan mengalir deras. Debit air sudah dirasa cukup untuk mengolah lahan, karena itu pasca turun hujan ini para petani di Sumaniak segera berbondong-bondong turun ke sawah menanam padi dan palawija. Demikian disampaikan Edrianus, Zel dan Dusriadi kepada media Rabu sore (25/11) via sambungan telpon.

Namun Syafrianto salah seorang petani pakar di Sumaniak yang pernah  menerima penghargaan petani penangkar benih dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan bahwa "jika petani berbondong-bondong menanam padi saat ini hal itu sangat berbahaya".

"Sebenarnya kondisi hujan sekarang ini belum begitu cukup untuk menanam padi pada lahan sawah biasa. Kalau di sawah Boncah (rawang) mungkin bisa, tetapi di sawah darek atau sawah koriang belum tentu bisa ditanami padi, kecuali kalau ditanami palawija atau tanaman hortikultura saja" kata Syafrianto yang biasa dipanggil pak Eri.

Lebih lanjut Syafrianto memberi alasan bahwa "menurut pengalaman yang sudah-sudah, kalau sudah berjalan musim hujan selama 4 bulan biasanya sayuran mahal, itu disebabkan karena semua petani Sumaniak berbondong-bondong menanam padi. Bisa tumbang petani jadinya kalau turun ke sawah asal-asalan saja. Supaya harga sayuran stabil, maka sisihkan sebagian lahan kita untuk ditanami hortikultura seperti kacang, jagung, cabe, tomat, bawang, sawi, lobak, wortel dll".