Joserizal Jurnalis - Rumah sakit ini adalah sumbangan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina -->

Advertisement

Joserizal Jurnalis - Rumah sakit ini adalah sumbangan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina

Barito Nagari
Selasa, 12 Januari 2016

Rabu, 13 Januari 2016 M - 3 Rabiul Akhir 1437 H
Dilaporkan oleh: Fitra Yadi

Sebuah rumah sakit Indonesia berdiri di Gaza, Palestina. yang telah diserahkan secara resmi oleh lembaga kemanusiaan MER-C kepada Pemerintah Palestina melalui Menteri Kesehatan Palestina Jawad Awwad. Penyerahan secara simbolis RSI di Gaza dilakukan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (09/1/2016) malam. Acara itu juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Diberi nama, Rumah Sakit Indonesia. Karena seluruh dana pembangunannya berasal dari sumbangan rakyat Indonesia yang disalurkan dan dikelola oleh MER-C, lembaga kemanusiaan berbasis di Jakarta.

dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, anggota presidium Medical Emergency Rescue Commitee (MER-C) kepada wartawan mengatakan "ini adalah untuk kemanusiaan, dan karena kita memiliki hubungan baik dengan Palestina. Rumah sakit tersebut merupakan sumbangan dari masyarakat Indonesia".

"Sedikitnya sekitar 300 warga Gaza sudah berobat ke rumah sakit Indonesia, termasuk pasien rawat inap dan ICU. Rumah sakit ini sudah mulai beroperasi sejak 27 Desember 2015 yang lalu. Tindakan operasi juga sudah dilakukan kepada tiga pasien yang berasal dari Gaza Utara" tambah dokter yang dilahirkan oleh seorang ibu yang berasal dari Sumaniak itu.

Rumah sakit yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza Utara itu diutamakan untuk pemulihan trauma dan rehabilitasi bagi warga Gaza yang menjadi korban konflik bersenjata Palestina-Israel. Dapat menampung sedikitnya 100 pasien.

Dibangun dua lantai plus satu basement (ruang bawah tanah) dan satu lantai area tengah (midle area) di atas tanah seluas 16.261 meter persegi. Tanahnya merupakan wakaf dari pemerintah Palestina.

Fungsi dari basement tersebut nantinya akan digunakan sebagai tempat penyimpanan Logistik obat-obatan dan makanan.

Diakui Joserizal, anggaran membengkak dua kali lipat dari rencana semula. Sebab, rancang bangunnya membutuhkan penyesuaian, yaitu ruang bawah tanah (basement) dan struktur fondasi untuk empat lantai. Awalnya MER-C keberatan dengan pembangunan basement itu. Namun, setelah bernegosiasi dan mempertimbangkan keperluannya, akhirnya mereka menyetujui dengan konsekuensi pembengkakan biaya.

“Basement di sana sangat penting. Israel sering menembaki rumah sakit, masjid, dan ambulan. Sehingga basement diperlukan untuk perlindungan pasien dan storage,” katanya.

sejumlah pejabat petinggi Palestina mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia. Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya, memuji solidaritas rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina.

“Wahai rakyat Gaza, jangan pernah bersedih karena di belakang kalian ada rakyat Indonesia,” ucapnya, dikutip dari brosur yang diterbitkan MER-C.

Menteri Kesehatan Palestina, dr Bassim Naim beberapa minggu lalu juga menyampaikan pernyataan senada. “Kami melihat rumah sakit ini cantik berbentuk persegi delapan, secantik hati rakyat Indonesia yang telah bersungguh-sungguh dalam membantu saudara-saudaranya di Gaza. Dengan segenap kesungguhan kita bersama, insya Allah akan menjadi washilah dan penyebab tercapainya pembebasan Masjid Al Aqsa dan kemerdekaan Palestina,” ucapnya.

“Desain rumah sakitnya sangat indah. Rumah sakit terindah di kota Gaza. Desainnya berkolaborasi dengan Kubah Shakra,” tutur Menteri Urusan Wanita, Jamila Shanti.

“Rumah Sakit Indonesia sebagai sebuah amanat dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina akan menjadi salah satu rumah sakit terbesar di Gaza, bahkan di seluruh wilayah Palestina. Rumah Sakit Indonesia juga akan menjadi rumah sakit utama di wilayah Gaza bagian utara,” ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Dr Naji Sarhan.