Himbauan Buya Akmul Ketua DMI Limapuluh Kota Terkait Fenomena Equinox -->

Advertisement

Himbauan Buya Akmul Ketua DMI Limapuluh Kota Terkait Fenomena Equinox

Barito Nagari
Rabu, 20 Maret 2024

Buya Akmul, DS. Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Limapuluh Kota

Sarilamak, BaritoNagari.Com - Fenomena alam Equinox kembali terjadi pada Rabu, 20 Maret 2024. Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ketika Equinox terjadi, Matahari bersinar tepat di garis khatulistiwa dan jumlah siang dan malam hampir sama di seluruh dunia yaitu 12 jam.

Terkait dengan hal itu, Buya Akmul, DS ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) kabupaten Limapuluh Kota menyampaikan himbauan. 

"Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) kabupaten Limapuluh Kota, saya ingin menyampaikan beberapa hal terkait fenomena equinox yang terjadi pada Rabu tanggal 20 Maret 2024.


Pertama, equinox merupakan fenomena alam biasa yang terjadi dua kali setahun, yaitu pada bulan Maret dan September. Equinox Maret biasanya terjadi pada tanggal 20 atau 21 Maret, sedangkan Equinox September terjadi pada tanggal 22 atau 23 September. Tanggal Equinox dapat berubah sedikit setiap tahunnya karena perbedaan antara tahun kalender dan tahun tropis.


Pada saat equinox, Matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa Bumi, sehingga siang dan malam memiliki durasi yang sama, yaitu 12 jam.


Kedua, equinox tidak memiliki dampak langsung pada kehidupan manusia, termasuk dalam hal ibadah. Namun, Equinox dapat menjadi penanda perubahan musim di beberapa wilayah. Oleh karena itu, umat Islam tidak perlu melakukan ritual khusus atau mengubah kebiasaan ibadahnya pada saat equinox.


Ketiga, equinox dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk merenungkan kebesaran Allah SWT. Alam semesta dengan segala keteraturannya adalah bukti keagungan dan kekuasaan Allah SWT.


Keempat, DMI menghimbau kepada seluruh umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar terkait equinox. Percayalah kepada informasi yang berasal dari sumber terpercaya, seperti BMKG dan MUI.


Kelima, DMI mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan momen equinox ini untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat tali persaudaraan. Mari kita jadikan fenomena alam ini sebagai pengingat untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Mari kita tingkatkan kulitas iman serta amal ibadah dan mempererat tali silaturrahiim dan tali persaudaraan.


Vino seorang pekerja Bangunan di Sarilamak pada Rabu (20/3/2024)

Mungkin dalam dua hari ini puasa akan terasa lebih lelah daripada sebelumnya, itu bisa jadi karena efek Equinox. 


Kata "Equinox" berasal dari bahasa Latin, yang berarti "sama panjang". Equinox pertama kali diamati oleh bangsa Babilonia kuno pada sekitar 4.000 tahun yang lalu.
Equinox merupakan salah satu peristiwa penting dalam beberapa budaya, seperti Mesir Kuno, Tiongkok, dan Mesoamerika.


Sebagaimana dilansir oleh detik.com pada Rabu, 20 Maret 2024 diberitakan "terdapat fenomena Ekuinoks Maret di mana Matahari akan bersinar tepat di garis khatulistiwa dan jumlah siang dan malam hampir sama di seluruh dunia, demikian keterangan BRIN, seperti dilansir situs resminya."


Fenomena Equinox ini terjadi dua kali dalam satu tahun, yakni pada Maret (Vernal Equinox) dan pada September (Autumnal Equinox). Untuk Equinox September, menurut BRIN, diprediksika terjadi pada tanggal 22 September 2024.


Apa itu Fenomena Equinox?
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Equinox atau Ekuinoks adalah fenomena yang terjadi ketika posisi Matahari berada tepat di khatulistiwa atau ekuator. Secara periodik, Equinox berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September.
 


Saat fenomena Equinox berlangsung, di luar bagian Bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan. Selain itu ketika fenomena Equinox berlangsung, Matahari dan Bumi memiliki jarak paling dekat.


Hal tersebut menyebabkan wilayah tropis sekitar ekuator akan mendapatkan penyinaran Matahari maksimum, dan mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis. Meski begitu, fenomena ini tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis maupun ekstrem.


 Apakah Equinox Berbahaya?

Equinox merupakan fenomena astronimi yang terjadi secara alamiah. BMKG menyebut, Equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.


Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox yang tidaklah berbahaya. Sehingga masyarakat tidak perlu panik dan resah tentang kenaikan suhu yang drastis akibat Equinox, sebab ini tidak berdampak pada kesehatan.


Pewarta: F. Malin Parmato