Pertama Kali Turun, Tim Safari Ramadhan Kota Payakumbuh Berkunjung ke Basis PERTI -->

Advertisement

Pertama Kali Turun, Tim Safari Ramadhan Kota Payakumbuh Berkunjung ke Basis PERTI

Barito Nagari
Selasa, 19 Maret 2024

PJ. Wali Kota Payakumbuh Drs. Jasman, M.M Datuak Bandaro Bendang (berbaju guntiang Cino putih) di tengah-tengah basis PERTI di Koto Panjang Dalam, Senin malam (18/03/2024)

 

Payakumbuh, BaritoNagari.Com- Pertama kali turun, TSR (Tim Safari Ramadhan) Pemerintah Kota Payakumbuh berkunjung ke salah satu basis Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Payakumbuh di Masjid Al-Ihsan Kelurahan Koto Panjang Dalam, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Senin malam (18/03/2024).

 

Hadir ketika itu PJ. Wali Kota Payakumbuh Drs. Jasman, M.M Datuak Bandaro Bendang, Sekda Kota Payakumbuh Drs. H. Rida Ananda, M.Si., Asisten I, II dan III, Staf Ahli Wali Kota, Kabag Kesra Setko Payakumbuh, Efrizal, Kepala OPD se-Kota Payakumbuh, Pimpinan Bank Nagari, Pimpinan PDAM, dari Kominfo, Ketua MUI, Ketua Baznas, Kemenag Kota Payakumbuh, Ketua LKAAM, Camat, dan Lurah. Ketua KAN Koto Panjang, Pengurus Masjid beserta jama'ah. Taushiyah Ramadhan disampaikan oleh ustazd Fitra Yadi Malin Parmato dengan tema "Muhasabah Diri".


Dalam sambutannya sebagai ketua tim pada Safari Ramadhan itu PJ. Wali Kota Payakumbuh Jasman Rizal menyampaikan kekagumannya terhadap arsitektur masjid yang masih dalam tahap pembangunan.

 

"Kami sangat kagum dengan arsitektur masjid Al-Ihsan kelurahan Koto Panjang Dalam, ini melambangkan semangat beragama, dan kekompakan masyarakat Koto Panjang dalam membangun masjid. Begini saja bentuknya sudah nampak gagahnya, apalagi kalau nanti sudah selesai pembangunannya" ungkapnya.

 

Mantan staf ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Hukum, Politik dan Pemerintah yang menjabat sejak Januari sampai September 2023 itu sangat mengapresiasi kehadiran masyarakat dan tim TSR.

 

"Kami sangat mengapresiasi sekali atas ramainya kehadiran masyarakat, jama'ah masjid Al-Ihsan Koto Panjang pada malam hari ini. Ini menjadi sangat istimewa sekali bagi kami, karena pada Safari Ramadhan hari pertama ini, semua unsur Pemerintah Kota Payakumbuh hadir semuanya, seperti Sekda, Asisten, staf ahli, OPD, Kesra, Kominfo, Kemenag, MUI, LKAAM, Camat sampai kepada Lurah." ungkapnya.

 

"Ini beliau ini adalah Lurah baru dilantik siang tadi, malam ini langsung turun ke kelurahannya, silahkan beridiri pak Lurah! biar semua warga tahu dengan bapak! pintanya.

 

Selanjutnya mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat yang menjabat sejak 2020 hingga 2023 itu menghaturkan permohonan ma'af atas beberapa hal.

 

"Kami mohon ma'af kepada kita semuanya, karena sudah 6 bulan kami bertugas di sini, baru sekarang kami sempat datang bersama-sama menjenguk bapak-ibu kesini seperti ini." katanya.

 

"Dan kami juga memohon ma'af atas pelaksanaan shalat Tarawih tadi yang dimajukan pelaksanaannya, setelah itu baru taushiyah. Biasanya taushiyah dulu kan pak? bu? kemudian baru terakhir shalat Tarawihnya ya?" tanyanya.

 

"Kami sangat segan sekali dengan bapak-ibu, dengan pelaksanaan shalat Tarawih yang berubah daripada sebelumnya, biasanya dilaksanakan 20 rakat ditambah witir 3 kan? sekarang pelaksanaannya empat-empat sekali salam, 8 rakaat ditambah witir 3. Mohon ma'af, kami merasa sangat berat hati sekali sebenarnya" akunya.

 

Kemudian Jasman Rizal bergelar adat Datuak Bandaro Bendang dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Nagari Pasia Talang, Sungai Pagu, Solok Selatan itu mengatakan "Ini adalah kegiatan pertama kalinya kita TSR Kota Payakumbuh turun di bulan Ramadhan ini. Memang tidak semua masjid bisa kita kunjungi, masjid ini menjadi sangat istimewa," akunya.

 

Jasman Rizal bersama Pemimpin Bank Nagari dan Pengurus Masjid berpoto bersama


Salah seorang tetua kampung Dt. Naro Kaompek Suku menanggapi tentang perubahan jumlah rakaat shalat Tarwih itu.

"Terimakasih kepada Tim Safari Ramadhan yang hadir, luar biasa, ramai sekali. Ada yang terasa oleh kami mengenai pelaksanaan shalat Tarawih tadi, sejak zaman moyang kami dulu, Syekh Mukhtar Angku Lakung sampai sudah setengah abad pula umur saya, di sini secara turun-menurun tradisi lokal kami di sini selalu melaksanakan shalat Tarawih 20 raka'at, baru kali ini berubahnya. Dari dulu, siapapun tim Safari Ramadhannya tetap saja merawat kearifan lokal kami" katanya.


Di awal acara Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Panjang Dt. Majolobiah Nan Kuniang sudah memberi kemakluman kepada jama'ah tentang pelaksanaan shalat Tarawih itu.

 

"Tadi agak terkejut jama'ah ya karena shalat Tarawih dilaksanakan empat-empat-tiga, biasanya dua-dua rakaat sampai duapuluh raka'at ditambah tiga." katanya.

"Pernah dulu ketika saya bertugas dulu di Muaro Takuang, tim safari Ramadhan propinsi datang ke tempat kami, mau shalat Tarawih Delapan, jamaah tidak mau, kami shalatnya 23, kalau tidak demikian, kami tidak akan shalat, kata jama'ah. Kalau kita di sini kan tidak begitu, karena kita tahu kedua-duanya ada dalilnya pula kan, bahkan ada sahabat yang mengerjakan shalat Tarawih sampai 36 rakaat. Untuk yang sekarang kita melaksanakan yang 8 rakat saja" urainya.

 

Di akhir acara itu PJ. Wali Kota Payakumbuh yang sekarang juga menjabat sebagai sekretaris Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat periode 2022–2026 itu bersama kepala cabang Bank Nagari Payakumbuh menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus Masjid Al-Ihsan Koto Panjang dalam sebanyak 50 juta ditambah 2.5 juta rupiah. Dan berharap semoga bantuan yang sedikit ini bisa membantu pembangunan masjid ini.

 

Tidak ketinggalan pula, Sekda Kota Payakumbuh Drs. H. Rida Ananda, M.Si., bersama Camat Latina dan Lurah Koto Panjang Dalam akan membantu pengurusan tambah daya listrik masjid. Karena sebelum acara dimulai listrik masjid sempat mati karena kekurangan daya.

 

Jasman Risal memberikan bantuan secara simbolis kepada pengurus masjid Al-Ihsan Koto Panjang Dalam sejumlah Rp50 juta

 
Pemimpin Cabang Bank Nagari Payakumbuh Afnizon menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus masjid Al-Ihsan Koto Panjang Dalam sejumlah Rp. 2.500.000

 

Koto Panjang Basis PERTI

 

Koto Panjang Lamposi adalah negeri kelahiran seorang ulama besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) yaitu alm. Syekh Mukhtar Angku Lakuang. Beliau adalah seorang Ulama Sunni-Syafi'i, dalam hal aqidah mengikuti Imam Asyari dan Imam Maturidi, dan Imam Junaid Al-Baghdadi serta Imam Al-Ghazali dari segi tasawuf. Beliau seorang ulama yang lengkap disiplin ilmunya, bukan hanya masalah Fiqih, namun beliau juga seorang mursyid Tariqah Naqsyabandiyah.

 

Syekh Mukhtar Angku Lakuang lahir di Payakumbuh pada 18 Oktober 1913 dan wafat pada 19 Juni 1978 dalam usia usia 65 tahun.

Sumber Photo: tarbiyahislamiyah.id

Sebagaimana dikutip dari sumber wikipedia, sebelum kemerdekaan RI, pada 3 Maret 1935, Engku Lakung mendirikan Madrasah Tabiyah Islamiyah) MTI Koto Panjang. Pendirian MTI ini dibuka dengan acara tablig akbar yang dihadiri oleh beberapa ulama Persatuan Tarbiyah Islamiyah.

 

Pondok pesantren ini sampai sekarang masih ada dan pernah menampung sekitar seribu santri dari berbagai daerah di Sumatera, Kalimantan, sampai Malaya.

 

Sebelum mendirikan MTI Koto Panjang, Syekh Mukhtar Angku Lakuang belajar kepada beberapa ulama Kaum Tua di Minangkabau. Diantaranya adalah Syekh Abdul Wahid Shalihi di Surau Tabek Gadang yang kemudian surau itu berubah menjadi lembaga pendidikan MTI Tabek Gadang, dan memperoleh ijazah pada tahun 1934. Ditahun yang sama beliau juga mendapat Ijazah mursyid Thariqat Naqsyabandi dari gurunya Syekh Haji Abdul Wahid al Khalidi.

 

Pewarta: F. Malin Parmato