Tradisi Potang Balimau: Meriahnya Penyambutan Ramadan di Nagari Pangkalan -->

Advertisement

Tradisi Potang Balimau: Meriahnya Penyambutan Ramadan di Nagari Pangkalan

Barito Nagari
Senin, 11 Maret 2024

Limapuluh Kota, BaritoNagari.Com- Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka penyambutan bulan suci Ramadhan, tradisi Potang Balimau kembali digelar oleh masyarakat nagari Pangkalan yang bertempat di sekitar jembatan pelintasan Sumbar-Pekanbaru di sungai Batang Maek, kecamatan Pangkalan Koto Baru, kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat pada Ahad, 10 Maret 2024.

 

Pada tahun sebelumnya kegiatan Potang Balimau ini digelar pada Rabu, (22/03/2023) sehari sebelum Ramadhan pula. Setelah sebelumnya selama 4 tahun tradisi ini tidak terselenggara dikarenakan pandemi covid-19.

 

Meski cuaca mendung dan sesekali diguyur hujan, sejak pukul 10.00 Wib. pagi sudah nampak keramaian di sekitar panggung utama acara yang terletak di tepi sungai Batang Maek, samping Masjid Raya kenagarian Pangkalan. Bakda Zuhur acara dibuka secara resmi oleh Bupati Limapuluh Kota H. Safaruddin, S.H. Datuak Bandaro Rajo.

 

Tampak juga hadir ketika itu ketua TP PKK Nevi Safaruddin, Kapolres 50 Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf bersama unsur Forkopinda lainnya dan sejumlah Kepala OPD Limapuluh Kota. Sedangkan Dandim 0306/50 Kota diwakili oleh Plt. Danramil 02 Pangkalan Peltu Sukryanto.

 

Pada tahun 2023 lalu kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Anshorullah didampingi oleh Bupati Limapuluh Kota H. Safaruddin Dt. Bandaro Rajo. Turut hadir pada acara itu anggota DPRD Sumbar Dody Delvi, Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra, Wakil Bupati Rizki Kurniawan Nakasri, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Conrat Yusuf, Ketua TP PKK Nevi Safaruddin, unsur Forkopimda dan Sejumlah Kepala OPD Limapuluh Kota. 

 

Kegiatan tradisi potang balimau ini memang selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat Pangkalan Koto Baru baik dari kampung maupun perantauan. Sejumlah rangkaian acara turut menyemarakkannya, diantaranya adalah arak-arakan kapal hias berbagai macam bentuk, berbagai perlombaan, turnamen dan penyambutan PKP Pulang Basamo dan serangkaian pertunjukan disuguhkan.

 

Kegiata Potang Balimau ini bukan hanya ada di Sumbar, namun juga ada dibuat di Provinsi tetangga, Riau. Cakaplah.Com melaporkan "Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menggelar Potang Balimau pula pada Ahad (10/03/2024). Selain bentuk suka cita menyambut bulan suci Ramadan 1445 H, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Rohul dalam melestarikan tradisi masyarakat Melayu Rohul.

 

Sebagaimana diinformasikan oleh Julian di laman benuanews disebutkan "Ribuan warga Pangkalan tampak bersuka cita memadati pinggiran sungai sepanjang Batang Maek untuk menyaksikan dan menyemarakkan alek anak nagari Potang Balimau dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan."

 

"Tidak hanya warga Pangkalan, para perantau dan masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan provinsi tetangga ikut mandi bersama dan saling bersilaturahmi satu sama lain. Keceriaan dan kemeriahan acara jelas terlihat di wajah mereka."

 

Kegiatan potang balimau menjadi tradisi yang selalu dinantikan oleh masyarakat Pangkalan Koto Baru baik dari kampung maupun perantauan. Sejumlah rangkaian acara turut menyemarakkan Potang Balimau, diantaranya arak-arakan kapal hias berbagai macam bentuk, berbagai perlombaan, turnamen dan penyambutan PKP Pulang Basamo dan serangkaian pertunjukan disuguhkan.


Dikatakan Bupati, kegiatan Potang Balimau "merupakan ajang silaturahmi dan mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1445 H. Terselenggaranya Potang Balimau diharapkan dapat mempertahankan tradisi turun temurun Nagari Pangkalan dan akan meningkatkan semangat kebersamaan disamping memotivasi generasi muda melalui adat dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan atraksi wisata baik itu Mimbau Tigo Alua, Selaju sampan, Pidato Adat, dan Lomba Qasidah,” ujar Bupati Safaruddin. 

 

Terkait kegiatan tersebut, mewakili Dandim 0306/50 Kota Plt. Danramil 02 Pangkalan mengatakan "kegiatan potang balimau ini merupakan budaya yang bernuansa agamis yang perlu lestarikan sebagai khasanah budaya bangsa. Kegiatan itu mengandung makna pensucian diri khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan. Selain itu tradisi Potang Balimau juga dijadikan ajang silaturahmi dan momentum saling memaafkan, serta mempersatukan antara pemerintah ulama dan masyarakat." katanya.

 

"Potang balimau ini adalah budaya yang patut terus dilestarikan dalam mensucikan niat dalam menjalani ibadah puasa, karena silaturrahmi menyelang ramadhan sesuatu kebaikan dalam agama kita. Mari kita sambut bulan Ramadhan ini dengan hati yang suci, jiwa yang bersih dan semoga segala amalan kita diterima Allah SWT." harapnya.

 

Sementara itu laman humas.polri melaporkan "Polres 50 Kota melaksanakan Pengamanan serta melakukan mengatur arus lalu lintas untuk tradisi Potang Balimau ini. Sebanyak 98 orang personil Polres 50 Kota dan Polsek jajaran beserta personel gabungan dari Dishub dan Satpol PP kabupaten Lima Puluh Kota diturunkan ke berbagai lokasi, diantaranya di wilayah hukum Polsek Harau yang meliputi Objek Wisata Air Terjun Harau dan Objek Wisata kapalo Banda. Kemudian di Wilayah Hukum Polsek Pangkalan yaitu Alek Potang Balimau Nagari Pangkalan yang di amankan oleh personel Polsek Pangkalan di backup oleh personel Polres 50 Kota, sedangkan di Polsek Guguk, Suliki dan Kapur IX juga melaksanakan pengamanan potang balimau yang di amankan oleh personilnya masing-masing”.

 

Pewarta: F. Malin Parmato